HOME
PROFILE
EVENT
ARTICLE
PARTNERS
GALLERY
CARRIER
EMAIL

Informasi PPDB


DAFTAR UNIT :



IP Address : 54.162.44.105
Pengunjung : 119.486






Komentar Terbaru :




Newsflash :
PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMP : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMA : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PROFICIAT KEPADA VENERINI RANUM CLASSY DEWI (SMA STELLA DUCE 2) & LIDWINA AYKE WINAHYU (SMA STELLA DUCE 1) YG MENDAPAT KESEMPATAN MENEMPUH PENDIDIKAN SELAMA 1 TAHUN DI HYOGO KEN HARIMA, JEPANG             |             PROFICIAT UTK KORPS PUTRI TARAKANITA YG MENJADI JUARA FAVORIT DAN JUARA III FRONT ENSEMBLE DLM GRAND PRIX MARCHING BAND (GPMB) 2016             |             SMA TARAKANITA GADING SERPONG TGR MERAIH JUARA 1 OLIMPIADE SOSIOLOGI TINGKAT NASIONAL YG DISELENGGARAKAN OLEH UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA             |             PROFICIAT UTK REYNARD ARDIAN SIMANJUNTAK (SMP STELLA DUCE 1,YK) YG MERAIH JUARA 1 TINGKAT NASIONAL DLM LOMBA INDONESIA ROBOTIK OLIMPIADE DI SURABAYA             |             PROFICIAT UTK SMP ST.CAROLUS SBY ATAS PRESTASI WILLIAM SETIADJI YG MERAIH 'JUARA II' & RAYMOND VALENTINO YG MERAIH 'JUARA I DAN BEST EXPERIMENT' DLM INDONESIA SCIENCE AND MATHEMATICS OLYMPIAD CHALLENGE 2016 TINGKAT NASIONAL             |             PROFICIAT UTK SMP TAR 1 JKT YG MERAIH 'JUARA I GITAR SOLO' DLM FLS2N TINGKAT PROVINSI DKI             |             PROFICIAT KPD CLARISSA FELICIA (KELAS XII MIPA4 SMA STELLA DUCE I,YK) YG MERAIH JUARA II OLIMPIADE BIOLOGI TINGKAT NASIONAL DI YOGYAKARTA             |             PROFICIAT UTK VOCAL GROUP : SMP TARAKANITA 4 (JUARA I), SMP TARAKANITA 3 (JUARA II), SMP TARAKANITA 5 (JUARA III) DALAM FLS2N TINGKAT PROVINSI DKI JAKARTA

Artikel :



METODE ILMIAH DALAM EKSPERIMEN PERKECAMBAHAN BIJI (METODE PBR)


Senin; 21 December 2015 [Admin Kanwil Tarki Sby, TARAKANITA SURABAYA] - Artikel Umum

Pembelajaran berbasis riset, satu istilah yang mungkin membuat kening siswa dan guru berkerut karena terbayang suatu rangkaian proses belajar yang serius, berat dan tentu membosankan. Tetapi apakah memang seperti itu sebenarnya? Tentunya tidak harus demikian, karena pada hakekatnya proses pembelajaran yang “serius dan berat” akan membuat suasana kelas menjadi tidak menarik. Apa yang dapat diharapkan dari prestasi siswa jika suasana pembelajaran tidak menarik. Maka tugas guru sebagai koki adalah mencoba meramu menu khusus yang membuat siswa menikmati enaknya pembelajaran berbasis riset (PBR)

            Dalam hal ini penulis mencoba menerapkannya dalam pembelajaran Biologi Kelas VIII Kompetensi Dasar Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup, khususnya pada pertumbuhan biji tanaman. Pada materi ini dapat diterapkan satu percobaan untuk membuktikan  pertumbuhan pada biji tanaman. Sebenarnya percobaan ini sudah pernah dilakukan siswa ketika Sekolah Dasar. Namun saya ingin siswa  melakukannya lagi dengan menggunakan metode berbeda, yaitu dengan menggunakan dan menerapkan Metode Ilmiah yang sudah dipelajari di kelas VII.

            Jika dulu di Sekolah Dasar siswa melakukan eksperimen sepenuhnya berdasarkan petunjuk guru, misalnya, menanam kacang hijau di wadah plastik dengan medium kapas basah selama waktu tertentu dan diukur tingginya secara berkala. Maka bedanya dengan SMP adalah  digunakannya penerapan metode ilmiah, siswa diminta untuk merancang sendiri eksperimennya. Dimulai dari menentukan variabel bebas, variabel kontrol dan variabel terikatnya. Sekaligus juga menuliskan hipotesisnya. Sehingga setiap siswa memiliki rancangan eksperimen secara individual yang berbeda dengan teman lainnya. Dan dapat mengambil kesimpulan pada akhir percobaannya.

            Siswa boleh melakukan eksperimen secara individual atau berkelompok, namun 1 kelompok dibatasi hanya 2 anggota, agar setiap anggota kelompok benar-benar ikut bertanggung jawab terhadap keberhasilan eksperimen tersebut. Sedangkan waktu yang digunakan adalah selama 1 bulan sekaligus dengan penyusunan laporannya.

Prosedur alur kerjanya adalah sebagai berikut :

Langkah 1 : siswa menentukan bekerja secara individual atau berpasangan.

Langkah 2 : siswa / kelompok siswa menyusun hipotesis yang akan diuji.

Langkah 3 : dari hipotesis yang telah disusun, ditentukan variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrolnya.

Langkah 4 : menentukan alat dan bahan yang diperlukan sekaligus urutan kerjanya

Langkah 5 : merancang tabel pengamatan

Semua rancangan prosedur tersebut dikonsultasikan kepada guru pengajar, jika sudah memenuhi persyaratan maka siswa dapat mulai melakukan eksperimennya. Setelah itu dilanjutkan dengan langkah 6 dan 7.

Langkah 6 : memelihara, mengamati dan mencatat eksperimennya selama waktu yang telah ditentukan

Langkah 7 : menuliskan laporan hasil eksperimen

            Dari metode ini, didapati variasi eksperimen yang dilakukan oleh siswa. Sebagai contoh, biji yang digunakan tidak terbatas pada biji kacang hijau, ada yang menggunakan biji jagung atau biji kedelai. Variabel bebasnya lebih bervariasi lagi. Untuk membuktikan pengaruh air, terdapat bermacam-macam varibel bebas yang akan diuji. Misalnya ada yang membedakan volume penyiraman, frekuensi penyiraman atau jenis air yang digunakan. Ada pula kelompok yang memilih variabel bebas ada tidaknya cahaya matahari sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan biji tanaman.

            Selama eksperimen berlangsung, secara berkala siswa diminta untuk mengamati dan mencatat pertumbuhan biji tanaman secara cermat, baik data kuantitatif maupun data kualitatifnya. Dan minimal 1 kali dalam 1 minggu data tersebut harus dilaporkan kepada guru pengajar. Dari pengalaman ini, tampak bahwa banyak siswa menjadi lebih bersemangat dalam memperhatikan dan mengusahakan keberhasilan eksperimennya. Bahkan beberapa kelompok berinisiatif untuk memotret setiap langkah eksperimennya, mulai dari awal percobaan, setiap kali pengamatan sampai hasil akhirnya. Kelompok lain yang gagal dalam eksperimennya bahkan meminta waktu tambahan untuk mengulangi kembali eksperimennya. Namun demikian, tidak dipungkiri, juga masih dijumpai siswa yang belum menanggapi dan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh, terbukti dari tidak teraturnya mereka dalam pemeliharaan dan pengamatan eksperimennya.

            Begitulah pengamalan saya dalam menerapkan Pembelajaran Berbasis Riset secara sederhana. Tentu masih jauh dari sempurna. Masih banyak yang perlu dan dapat dikembangkan lagi. Namun dari pengalaman di atas, didapati kenyataan bahwa PBR dapat disajikan untuk materi yang sederhana dengan cara yang cukup menyenangkan siswa. Siswa dilibatkan secara langsung dengan materi yang dipelajari, sehingga hal ini lebih memotivasi mereka untuk melakukan sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hanya diperlukan kreativitas guru dalam memilih materi dan metode PBR yang sesuai yang akan disampaikan kepada siswa, karena pada kenyataannya tentu tidak semua materi  dapat disampaikan dengan metode PBR.

 
A. Wiwik Retnaningtyas

                                                                        Guru Biologi SMP Santo Carolus Surabaya







Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :